Regulation Issues of Digital Broadcasting in Job Creation Law

Supadiyanto Supadiyanto

Abstract


Broadcast media had become a prospective business. The practice of the broadcast media business had surpassed legislation authority, resulting in currently utilized technology unaccommodated in Law No. 32/2002 on Broadcasting. The release of Law No. 11/2020 on Job Creation to merge existing laws into a simple regulation package did not make the broadcast media industry visionary. How are the current law maps of analog and digital broadcasting in Indonesia? How is the current practice of digital broadcast media business in Indonesia? The type of research is descriptive. This study used a legal positivism approach. The data collecting technique was conducted through literature study and legal study. As for the result, the current analog broadcasting regulation complied with Law No. 32/2002 concerning Broadcasting and Law No. 11/2020 concerning Job Creation. In practice, TV stations that broadcast on digital-internet channels did not possess a formidable legal basis.


Keywords


Analog; Digital broadcasting; Internet; Law

Full Text:

PDF

References


Abdullah, A. (2020). Pola Kebijakan Digitalisasi Penyiaran di Indonesia. Jurnal Aristo (Social, Politic, Humaniora), 08(1), 76–96.

Armando, A. (2019). Kontestasi dan Negosiasi Kepentingan dalam Implementasi Sistem Siaran Jaringan Televisi di Indonesia. Jurnal Komunikasi, 14(1), 41–60. https://doi.org/10.20885/komunikasi.vol14.iss1.art3

Budiman, A. (2020). Perdebatan Kepentingan Kebijakan Digitalisasi Penyiaran di Indonesia (Studi Kasus Perumusan Kebijakan Digitalisasi Penyiaran pada RUU Penyiaran di DPR 2009-2014 dan 2014-2019) [Interest Disputes of Broadcasting Digitalization Policy in Indonesia]. Politica, 11(1), 107–126. https://doi.org/10.22212/jp.v11i1.1613

Djulaeka, D. dan R. J. (2013). Konvergensi Telematika, Arah Kebijakan dan Pengaturannya dalam Tata Hukum Indonesia. Yustisia, 2(3), 46–60. https://doi.org/10.20961/yustisia.v2i3.10156

Doly, D. (2013). Urgensi Perubahan Undang-Undang No. 32/2002 tentang Penyiaran. Negara Hukum, 4(2), 215–230.

Ernawati, E. and Y. S. N. (2020). Pembatasan Konten Digital pada Media Netflix oleh Komisi Penyiaran Indonesia. Jurnal Perspektif (Kajian Hukum Dan Pembangunan), 25(1), 44–53.

Harjessi, P. N. dan M. H. (2019). Kesiapan Pemerintah dalam Menghadapi Digitalisasi Televisi menurut Perspektif Organisasi Pembelajar. INOVBIZ: Jurnal Inovasi Bisnis, 7, 138–146.

Hutabarat, D. P. (2014). Tinjauan terhadap Model Bisnis Penyelenggaraan Penyiaran TV Digital. ComTech, 5(1), 485–494. https://doi.org/10.21512/comtech.v5i1.2642

Indonesia, K. K. dan I. R. (2013). Peta Jalan Televisi Digital. https://www.kominfo.go.id/content/detail/3262/roadmap-tv-digital/0/tv_digital

Indonesia, K. K. dan I. R. (2020). Sosialisasi dan Publikasi Menjaga Indonesia dan Perbatasan melalui Penyiaran Televisi Digital. https://www.youtube.com/watch?v=RmAgTWSLh1w

Kasali, R. (2018). Disruption (Cetakan 7). PT Gramedia Pustaka Utama.

Kristiawan, R. (2013). Penumpang Gelap Demokrasi (Kajian Liberalisasi Media di Indonesia) (D. U. Maksum (ed.)). Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia.

Lim, M. (2012). The League of Thirteen: Media Concentration in Indonesia (2012th ed.). Participatory Media Lab at Arizona State University and Ford Foundation. http://www.public.asu.edu/~mlim4/files/Lim_IndoMediaOwnership_2012.pdf

Mahfud, M. (2017). Politik Hukum di Indonesia (Cetakan 7). PT Rajagrafindo Persada.

Manggut, W. (2019). Meretas Kembali Jalan Jurnalisme di Era Digital. Jurnal Dewan Pers, 20(November), 18–22.

Maulana, N. M. (2019). Menggali Kebijakan Penyiaran Digital di Indonesia. Jurnal Ilmu Komunikasi, 17(1), 60–72. https://doi.org/10.31315/jik.v17i1.2332

Maulana, N. M. dan N. H. (2019). Implementasi Teori Fungsional Struktural dalam Regulasi Penyiaran Digital di Indonesia. Jurnal Sosioteknologi, 18(2), 179–190. https://doi.org/10.5614/sostek.itbj.2019.18.2.3

Nainggolan, B. (2018). Dinamika Konsentrasi Pasar Industri Pertelevisian Nasional. Jurnal ASPIKOM, 3(4), 767–782.

Nugroho, Y., Putri, D. A., & Laksmi, S. (2012). Mapping the Landscape of the Media Industry in Contemporary Indonesia. In Report series: Engaging Media, Empowering Society: Assessing media policy and governance in Indonesia through the lens of citizens’ rights (Issue March). Centre for Innovation Policy and Governance; Hivos; Manchester Business School; dan Ford Foundation.

Ramli, A. M. (2008). Dinamika Konvergensi Hukum Telematika dalam Sistem Hukum Nasional. Jurnal Legislasi Indonesia, 5(4), 1–11.

Undang-Undang RI No. 32/2002 tentang Penyiaran, (2002).

Rianto, P. dkk. (2012). Digitalisasi Televisi di Indonesia (Ekonomi Politik, Peta Persoalan, dan Rekomendasi Kebijakan) (2012th ed.). PR2 Media dan Yayasan TIFA. http://pr2media.or.id/portfolio/digitalisasi-tv-di-indonesia/

Rianto, P. dkk. (2014). Kepemilikan dan Intervensi (Perampasan Hak Publik, Dominasi, dan Bahaya Media di Tangan Segelintir Orang) (I. Poerwaningtias (ed.); 2014th ed.). PR2Media dan Yayasan Tifa Indonesia.

Risnanto, D. (2020). Materi Webinar: Digitalisasi Televisi: Peluang dan Tantangan.

Riyanto, M. (2019). Arah Revisi Undang-Undang Penyiaran dalam Perspektif Hukum Ekonomi. Jurnal Spektrum Hukum, 16(1), 60–74.

Sari, D. (2015). Pengaruh Faktor-Faktor Penerimaan Masyarakat pada Masa Simulcast Free to Air TV Digital Factors Affecting the Acceptance of Simulcast Free to Air Digital Broadcasting. Jurnal Penelitian Pos dan Informatika, 5(2), 213–232. https://doi.org/10.17933/jppi.2015.050200

Siregar, A. E. (2014). Mengawal Demokratisasi Media: Menolak Konsentrasi Membangun Keberagaman (2014th ed.). Penerbit Buku Kompas.

Stats, I. L. (2020). Internet Live Stats. Internet Live Stats. https://www.internetlivestats.com/

Sumiaty, N. (2012). Konstruksi Regulasi Penyiaran di Era Konvergensi. Jurnal Penelitian Komunikasi, 15(2), 205–223. https://doi.org/10.20422/jpk.v15i2.715

Supadiyanto. (2015). Implementasi Program Siaran Lokal pada Stasiun Televisi di DIY. Jurnal AN-NIDA, 7(2), 65–78. https://ejournal.unisnu.ac.id/JKIN/article/view/749

Supadiyanto. (2018). Konglomerasi Media dalam buku: Masa Depan Indonesia Bangkit atau Bangkrut! In Sukarno & F. Annisya (Eds.), Masa Depan Indonesia Bangkit atau Bangkrut! (2018th ed., pp. 5–9). Sukarno Pressindo.

Susanto, A., Sari, D., A, V. H., Prabowo, A., W, R. A., Mahmudah, D., Rahmat, A., Marselita, D., S, R. B., Tribroto, S., & Hakiki, E. (2016). Buku Putih 2016: Komunikasi dan Informatika Indonesia ( dkk. Sekar, Harjani Retno (ed.)). Puslitbang SDPPPI Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Sutanto, V. W. and S. A. (2015). Menyoal Regulasi Penyiaran Digital (Studi terhadap Kepentingan Publik dalam Regulasi Televisi Digital di Indonesia). Avant Garde, 3(2), 237–249.

Syahputra, I. (2013). Rezim Media (Pergulatan Demokrasi, Jurnalisme, dan Infotainment dalam Industri Televisi) (Cetakan I). PT Gramedia Pustaka Utama.

Undang-Undang RI No. 11/2020 tentang Cipta Kerja, (2020).

Yuniarto, T. (2019). Masa Depan Jaringan 5G dan Perilaku Komunikasi Digital. Warta ISKI, 2(01), 1–7. https://doi.org/10.25008/wartaiski.v2i01.22




DOI: http://dx.doi.org/10.24329/aspikom.v6i2.894

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal ASPIKOM indexed by:
 
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License