Nilai Keterbukaan Ideologi Partai Islam dalam Perspektif Komunikasi Politik

Erfina Nurussa'adah

Abstract


The Prosperous and Justice Party or Partai Keadilan Sejahtera (PKS) is one of the parties different from a political party most, and more than  that it can be seen that PKS is coming from the Muslim community in Indonesia. In the current development of Indonesian political parties, there is an impression that ideology of Indonesian political partis are moving to the middle. PKS has choosen to be an open political party or it can understood PKS is now determined to be one of the pluralistic parties who adopt pluralism and the diversity. This research wants to examine the value behind an opened ideology by Regional Council (DPW) of PKS in West Java in political communication perspective. Qualitative approach is used with ethnographic sudy. Data are collected by observations, interviews and documentary study on the internal and external informants of PKS. The result shows that opened ideology of DPW PKS of West Java are based on three values: ideological value, sociological value, and political value.

Keywords


Keterbukaan Ideologi, Nilai, PKS

References


Budiardjo, Miriam (2008). Dasar-dasar Ilmu Politik. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama

Dik. (2008). Mukernas Bali Penegasan PKS Membuka Diri. Diakses dari http://nasional.kompas.com/read/2008/02/01/19064654/mukernas.bali.penegasan.pks.membuka.diri. tanggal 23 September 2015.

Endharta, Dewi Yuvita. (2013). Komunikasi Politik Partai Ideologi Nasionalis dan Islam dalam Penjaringan Calon Kepala Daerah (Studi Perbandingan Pada Partai Gerakan Indonesia Raya dan Partai Keadilan Sejahtera Kota Malang). Skripsi. Malang: Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Brawijaya

Kuswarno, Engkus. (2008). Etnografi Komunikasi. Bandung: Widya Padjadjaran.

Majlis Pertimbangan Pusat Partai Keadilan Sejahtera. (2008). Platform Kebijakan Pembangunan Falsafah Dasar Perjuangan Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga. Jakarta: Pertimbangan Pusat Partai Keadilan Sejahtera.

Mulyana, D. (2007). Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.

Purnanto, Dwi. (2009). “Etnografi Komunikasi dan Register”. Diakses dari http://dwipur_sastra.staff.uns.ac.id/2009/06/03/etnografi- komunikasi-dan register/, tanggal 5 Februari 2016.

Rahardjo, Yogi Purna. (2013). PKS Menjadi Lebih Terbuka Perubahan Menjadi Lebih Baik. Diakses dari, http://www.kompasiana.com/purnarahardjo/pks-menjadi-lebih-terbuka-perubahan-menjadi-lebih-baik-semoga_552a44b56ea8349c71552cff, tanggal 5 September 2015.

Sandhi, W. R. (2014). Politik identitas partai islam (studi partai keadilan sejahtera). Naskah Publikasi. Tanjung Pinang: Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji.

Surbakti, Ramlan. (2010). Memahami Ilmu Politik. Jakarta: Grasindo

Susanto, E. H. (2017). Media Sosial Sebagai Pendukung Jaringan. ASPIKOM, 3(3), 379–398.

Syam, Nina Winangsih. (2012). Sosiologi Sebagai Akar Ilmu Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset.

Wijaya, S. H. B. (2014). Komunikasi Politik Partai Terbuka ala PKS. Naskah Publikasi Universitas Sebelas Maret.




DOI: http://dx.doi.org/10.24329/aspikom.v3i5.343

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal ASPIKOM indexed by:
 
 
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License